Jumat, 24 Januari 2014

Mengenal Nyeri Sendi Kaki dan Pencegahannya

Mengenal Nyeri Sendi Kaki dan Pencegahannya

          Nyeri Sendi Kaki yang terjadi setelah cidera jangan dianggap enteng. Definisi sendi kaki disini adalah bagian tubuh dari pergelangan kaki sampai ujung jari. Semua orang tahu bahwa di kaki, tepatnya di telapak kaki banyak sekali terdapat saraf-saraf motorik, namun selain itu terdapat beberapa sendi kaki yang sangat berpengaruh sekali untuk menopang tubuh. Di banyak kasus, para dokter salah menafsirkan bahwa nyeri yang terjadi di kaki adalah akibat keseleo biasa sehingga hanya dengan dilakukan beberapa kali terapi sudah cukup, namun pada kenyataannya ada bagian sendi kaki yang dikenal dengan sebutan tulang metatarsal, jika sendi kaki ini bergeser maka awalnya akan terjadi nyeri tapi lama kelamaan nyeri itu berubah menjadi rasa sakit dan kaki tidak akan mampu menopang tubuh lagi.

Mengenal Gejala Nyeri Sendi Kaki dan Penyebabnya

           Penyakit yang ditandai dengan adanya rasa Nyeri Sendi Kaki bisa bermacam-macam jenis penyakitnya begitu pula penyebabnya. Salah satu kasus yang sering terjadi terutama pada atlet adalah stress metatarsal. Hal ini bisa disebabkan karena adanya tegangan pada kaki akibat latihan ekstrim dan penggunaan sepatu yang tidak tepat.
Cidera ini pada awalnya tidak berbahaya bahkan mungkin tidak terasa, namun jika kondisi latihan ekstrim dan penggunaan sepatu yang tidak tepat terus berlanjut tanpa dilakukan pencegahan atau pengobatan terhadap stress metatarsal maka akan mulai muncul gejala seperti rasa sakit atau berdenyut hanya di belakang jari-jari kaki karena disana terletak tulang metatarsal keempat yang cenderung rentan terhadap cidera jenis ini.

Jika Nyeri Sendi Kaki akibat Stress Metatarsal Berlanjut

Jika nyeri berlanjut maka diperlukan tindakan lebih lanjut seperti menghubungi dokter spesialis tulang yang tau bagaimana memperlakukan kaki yang mengalami stress metatarsal. Secara umum, kaki yang tulang metatarsalnya mengalami stress harus diistirahatkan, tidak hanya dari kegiatan olahraga ekstrim tapi juga dari kegiatan sehari-hari. Kondisi ini dapat bertahan selama enam minggu bahkan dapat lebih dari itu yaitu mencapai waktu tiga bulan. Jika kondisi memang cukup parah, bisa saja dalam waktu tiga bulan kaki harus diistirahatkan secara total.
Untuk pencegahan pastikan Anda memakai sepatu yang tidak hanya nyaman tapi juga tepat untuk segala jenis kegiatan anda. Sepatu yang terlalu sempit juga dapat menekan saraf motorik yang banyak terdapat pada telapak kaki sehingga dapat menyebabkan pembengkakan pada saraf kaki yang kemudian juga dapat mempengaruhi sendi sehingga muncullah rasa Nyeri Sendi Kaki.

manfaat buah tomat

Manfaat Tomat

           Manfaat tomat (Solanum lycopersicum) untuk tubuh dapat diketahui dari berbagai publikasi ilmiah. Misalnya, Edward Giovannucci di dalam publikasi berjudul “Tomato Products, Lycopene, and Prostate Cancer: A Review of the Epidemiological Literature di American Society for Nutritional Sciences”, 2005 berpendapat bahwa masih ada kontroversial seputar manfaat tomat dalam mencegah berbagai penyakit salah satunya kanker prostat.
          Manfaat tomat sebagai anti kanker prostat ini disebabkan oleh adanya kandungan lycopene dalam tomat. Lycopene juga terdapat di berbagai produk olahan tomat dan variasinya, seperti: pizza, sup tomat, kecap, jus, salad, saus spaghetti, salsa, pasta tomat. Berbagai produk olahan tomat ini merupakan sumber lycopene yang bioavailability-nya lebih baik daripada buah tomat segar.
Uniknya buah lain seperti anggur merah dan semangka juga mengandung lycopene. Selain kanker prostat, manfaat lycopene juga diduga dapat dirasakan bagi penderita kanker payudara, kanker lambung, degenerasi sel-sel mata karena usia (age-related macular degeneration), mengurangi kadar kolesterol jahat, melindungi kulit dari ganasnya sinar ultraviolet, menghaluskan dan mempercantik kulit, mengurangi kulit keriput, dsb. Selain lycopene, sebenarnya tomat juga mengandung beta carotene, lutein, vitamin E, vitamin C, dan flavonoid (salah satunya: quercetin).
Namun hasil studi di atas dibantah oleh hasil riset yang dilakukan oleh Etminan, M., Takkouche, B. & Caamano-Isorna, F. (2004) dan Schuurman, A. G., Goldbohm, R. A., Dorant, E. & van den Brandt, P. A. (1998) yang menyimpulkan bahwa tidak ada korelasi positif antara tomat dan kanker prostat.
Manfaat tomat pada kanker paru-paru juga masih kontroversial. Beberapa studi menyatakan bermanfaat namun studi lainnya menyimpulkan belum ada korelasi positif antara keduanya (tomat dan kanker paru-paru).
Hasil studi epidemiologi tentang manfaat tomat ini memang masih perlu dikaji ulang, mengingat untuk dikatakan efektif dan maksimal, maka ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan: melakukan assessment yang komprehensif terhadap berbagai sumber utama lycopene, menghitung bioavailability lycopene, memeriksa populasi dengan asupan (intake) produk tomat yang tinggi, menghitung pola temporal karena diet tunggal atau pengukuran darah dalam jangka waktu tertentu belumlah cukup, cukup besar populasinya untuk mengevaluasi risiko relatifnya, meneliti apakah manfaat tomat atau lycopene itu dipengaruhi oleh faktor genetika yang dinamakan genetic polymorphisms, terutama berkenaan dengan DNA repair genes.